Doa Taubat: Bacaan Latin, Tata Cara Sholat Taubat dan Doa Setelahnya

Doa taubat dan sholat taubat: dalil dua rakaat, niat dan tata caranya, doa setelah sholat taubat lengkap Arab, latin dan artinya, serta arti taubat nasuha.

Doa taubat adalah permohonan ampun kepada Allah setelah melakukan dosa, dan paling sering dikaitkan dengan sholat taubat, yaitu dua rakaat yang dikerjakan setelah berwudhu. Satu hal yang perlu dipahami sejak awal: dalil amalan ini tidak menyebutkan satu lafaz doa yang baku. Yang disebutkan adalah perbuatannya, yaitu berwudhu, sholat dua rakaat, lalu beristighfar.

Apa Itu Sholat Taubat?

Sholat taubat adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan seseorang setelah menyadari dosanya. Dalilnya datang dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA, yang diriwayatkan oleh Ali RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: apabila seorang hamba melakukan dosa lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian berdiri dan sholat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah mengampuninya (HR. Abu Dawud, no. 1521).

Setelah menyebutkan hadits itu, beliau membaca firman Allah dalam surah Ali ‘Imran: “dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat kepada Allah” (Ali ‘Imran, 3:135). Perhatikan urutannya: wudhu, dua rakaat, lalu istighfar. Istighfar itulah bagian doanya, dan ia tidak terikat pada satu lafaz tertentu.

Niat dan Tata Cara Sholat Taubat

Tata caranya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berwudhu dengan sempurna, berniat sholat sunnah taubat di dalam hati, lalu kerjakan dua rakaat seperti biasa dengan bacaan yang sama seperti sholat pada umumnya. Tidak ada surah khusus yang ditetapkan hadits untuk dibaca di dalamnya.

Niat cukup di dalam hati dan tidak wajib dilafalkan. Lafaz niat yang beredar di masyarakat adalah anjuran sebagian ulama untuk menghadirkan hati, bukan syarat sah sholat. Yang menjadi rukun adalah kehadiran niat itu sendiri ketika takbiratul ihram.

Doa Setelah Sholat Taubat

Di sinilah bagian yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya mungkin mengejutkan: hadits tidak menetapkan satu doa khusus setelah sholat taubat. Yang disebutkan hanyalah “lalu memohon ampun kepada Allah”, yaitu beristighfar. Maka lafaz istighfar yang shahih itulah yang dibaca.

100

Lafaz pendek

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullah

Aku memohon ampun kepada Allah

100

Lafaz lengkap

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah wa atubu ilaih

Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya

Lafaz lengkap lebih sesuai di sini karena menyebut ampunan dan taubat sekaligus, dan taubat itulah tujuan sholat tadi. Bagi yang menginginkan doa yang lebih sempurna, Sayyidul Istighfar adalah doa memohon ampun yang paling utama, dan Rasulullah SAW sendiri yang menamainya demikian (HR. Bukhari, no. 6306).

Banyak orang beristighfar seratus kali setelah sholat taubat, mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang beristighfar seratus kali dalam sehari (HR. Muslim, no. 2702a). Kesulitannya bukan pada mengucapkan, melainkan pada menjaga hitungan sementara hati tetap menghadirkan maknanya.

Untuk itu kami menyarankan aplikasi Tasbih Counter: ia menghitung untuk Anda, mencatat bacaan harian Anda, dan mengingatkan agar tetap istiqamah. Jika Anda tidak ingin memasang apa pun, tasbih digital online kami menghitung sama baiknya, dengan target 100 yang sudah disetel.

Start Counting Now

Track your counts easily with our app.

Download on the App StoreGet it on Google Play

Doa Mandi Taubat: Bagaimana Dalilnya?

Mandi taubat banyak dikenal di Nusantara, dan pertanyaan tentang doanya sering muncul. Jawaban yang jujur: tidak ada doa khusus untuk mandi taubat yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Mandi memang disyariatkan dalam beberapa keadaan tertentu, namun “mandi taubat” sebagai ritual tersendiri dengan bacaan khususnya tidak memiliki dasar yang jelas dalam sunnah.

Bagi yang ingin mandi sebelum sholat taubat, tidak ada larangan; niatkan saja sebagai bersuci dan membersihkan diri, sebagaimana wudhu yang memang disebut dalam hadits. Yang menghapus dosa bukanlah airnya, melainkan taubat itu sendiri dan ampunan Allah.

Apa Arti Taubat Nasuha?

Istilah ini datang langsung dari al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha” (At-Tahrim, 66:8). Nasuha berarti tulus dan sungguh-sungguh, yaitu taubat yang tidak dibuat-buat.

Para ulama meringkas syaratnya menjadi tiga: meninggalkan dosa tersebut, menyesali apa yang telah dilakukan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika dosa itu menyangkut hak orang lain, ditambah syarat keempat, yaitu mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf kepada pemiliknya.

Ketiga syarat itu berlaku di dalam hati dan pada perbuatan, bukan pada lafaz. Sholat dan doa adalah tandanya, bukan penggantinya. Seseorang yang membaca doa taubat sambil berniat mengulangi dosanya belum bertaubat dengan taubat nasuha.

Kapan Sholat Taubat Dilakukan?

Kapan saja setelah menyadari dosa, dan lebih baik disegerakan. Hadits mengaitkannya dengan keadaan “apabila seorang hamba melakukan dosa”, bukan dengan waktu tertentu dalam sehari.

Sebagian ulama mengecualikan waktu-waktu yang terlarang untuk sholat, sebagian lain membolehkannya karena sholat ini memiliki sebab tertentu. Perbedaan ini adalah perbedaan yang dapat diterima, dan bagi kebanyakan orang persoalan ini jarang timbul karena sholat taubat biasanya tidak bertepatan dengan waktu-waktu tersebut.

Setelah Taubat, Lanjutkan Istighfar

Sholat taubat menutup satu kesalahan tertentu, sedangkan istighfar adalah amalan harian yang berkelanjutan. Rasulullah SAW beristighfar lebih dari tujuh puluh kali sehari padahal beliau ma’shum (HR. Bukhari, no. 6307). Untuk doa memohon ampun yang paling utama beserta bacaan dan artinya, lihat halaman Sayyidul Istighfar.