Sayyidul Istighfar: Bacaan Arab, Latin, Artinya dan Keutamaannya
Bacaan Sayyidul Istighfar lengkap: teks Arab, latin dan artinya, hadits riwayat Bukhari, makna setiap kalimatnya, kapan dibaca pagi dan petang, serta keutamaannya.
Sayyidul Istighfar (سيد الاستغفار) adalah doa memohon ampun yang paling utama, dan Rasulullah SAW sendiri yang memberinya nama itu. Dalam bahasa Indonesia ia sering disebut penghulu istighfar atau rajanya doa ampunan. Dibaca satu kali di pagi hari dan satu kali di petang hari, dan tidak diulang berkali-kali seperti lafaz istighfar yang pendek.
Bacaan Sayyidul Istighfar: Arab, Latin dan Artinya
Berikut lafadz Sayyidul Istighfar lengkap dengan teks Arab, bacaan latin dan artinya:
Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَAllaahumma anta Rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini'matika 'alayya, wa abuu'u laka bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosaku. Ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Bacaan latin di atas hanyalah alat bantu pelafalan. Penulisannya berbeda-beda antar sumber karena huruf Latin tidak mampu mewakili seluruh bunyi Arab secara tepat, sehingga perbedaan seperti “a’udzu” dan “a’uzu” atau “syarri” dan “sharri” bukanlah kesalahan. Yang menjadi patokan tetaplah teks Arabnya.
Apa Itu Sayyidul Istighfar?
Dalam bahasa Arab, sayyid berarti pemimpin atau yang paling utama dalam suatu kelompok. Maka sayyidul istighfar berarti pemimpin segala istighfar, yaitu yang paling tinggi kedudukannya di antara doa-doa permohonan ampun.
Nama ini bukan pemberian ulama belakangan. Dalam hadits, Rasulullah SAW membuka sabdanya dengan menyebut “sayyidul istighfar adalah”, lalu mengajarkan lafadznya. Jadi keutamaannya sebagai yang paling unggul datang dari sumber haditsnya sendiri.
Hadits Sayyidul Istighfar dan Sumbernya
Hadits ini diriwayatkan oleh Syaddad bin Aus RA dalam Sahih al-Bukhari (no. 6306). Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dengan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penghuni surga; dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan meyakininya, lalu dia mati sebelum pagi hari, maka dia termasuk penghuni surga.” (Sahih al-Bukhari, no. 6306)
Syarat “dengan meyakininya” dalam hadits itu tidak boleh dilewatkan. Janji tersebut dikaitkan dengan membaca sambil mempercayai apa yang diucapkan, bukan sekadar melafalkannya di lisan.
Makna Setiap Kalimat dalam Doa Ini
Doa ini dibuka dengan tauhid: “Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau.” Lalu kedudukan sebagai hamba diakui: yang menciptakan adalah Allah, dan yang berdoa adalah hamba-Nya. Dua kalimat pembuka ini menempatkan siapa yang dimintai ampunan dan dengan kedudukan apa permintaan itu diajukan.
Kalimat berikutnya, “Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku”, adalah bagian yang paling sering dilewati pembaca. Kata “semampuku” itu penting: orang yang berdoa tidak mengaku telah menepati janjinya secara sempurna, melainkan sebatas kemampuannya. Doa ini tidak membuat manusia tampak lebih baik daripada kenyataannya.
Di bagian akhir, dua pengakuan disebut berdampingan: pengakuan atas nikmat Allah dan pengakuan atas dosa sendiri. Keduanya diucapkan bersama, karena yang satu tidak lengkap tanpa yang lain. Penutupnya membawa alasannya sendiri: ampunan hanya diminta kepada Allah, sebab tidak ada selain Dia yang mampu mengampuni dosa.
Kapan Sayyidul Istighfar Dibaca?
Hadits di atas hanya menyebut “pada siang hari” dan “pada malam hari”, tanpa menentukan shalat tertentu. Dalam praktiknya, Sayyidul Istighfar dibaca bersama Dzikir Pagi dan Petang, dan waktu-waktu shalat yang sering disebutkan adalah waktu untuk rangkaian dzikir tersebut, bukan ketentuan khusus doa ini.
Di pagi hari: satu kali, umumnya setelah shalat Subuh bersama dzikir pagi lainnya.
Di petang hari: satu kali, umumnya antara Ashar dan terbenamnya matahari bersama dzikir petang. Yang diminta hadits hanyalah dibaca pada malam harinya.
Berapa Kali Sayyidul Istighfar Dibaca?
Satu kali di pagi hari dan satu kali di petang hari. Hadits tidak menetapkan jumlah pengulangan, dan berbeda dengan lafaz istighfar yang pendek, doa ini memang tidak dimaksudkan untuk diulang berkali-kali: panjangnya dan pengakuan yang terkandung di dalamnya itulah yang memberinya kedudukan.
Pada dzikir yang diulang seratus kali, kesulitannya adalah menghitung. Pada Sayyidul Istighfar, kesulitannya adalah mengingat: ada dua waktu tetap setiap hari, dan sekali terlewat, waktu itu tidak kembali.
Untuk itulah kami menyarankan aplikasi Tasbih Counter: ia memasang pengingat untuk dzikir pagi dan petang, mencatat apa yang sudah Anda baca, dan membantu Anda memantaunya dari hari ke hari. Lafaz pendek seperti “Astaghfirullah” yang dibaca tujuh puluh atau seratus kali sehari bisa dihitung dengan tasbih digital online kami, sementara Sayyidul Istighfar cukup pada dua waktunya.
Keutamaan Sayyidul Istighfar
Keutamaan yang paling besar sudah disebut dalam haditsnya sendiri, yaitu jaminan surga bagi orang yang membacanya dengan yakin lalu wafat pada hari atau malam itu. Selain itu, doa ini menghimpun tauhid, pengakuan nikmat dan pengakuan dosa dalam satu rangkaian, sehingga membacanya pagi dan petang berarti membuka dan menutup hari dengan ketiganya.
Sayyidul Istighfar adalah amalan harian yang tetap. Bila Anda ingin bertaubat dari satu dosa tertentu, yang diajarkan adalah berwudhu, shalat dua rakaat, lalu beristighfar; penjelasannya ada di halaman doa taubat.
Panduan Terkait
Doa Kafaratul Majelis: Arab, Latin, Arti & Keutamaan
Bacaan doa kafaratul majelis lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, beserta dalil hadis, keutamaan, dan waktu membacanya di akhir majelis.
Cara Mengamalkan Tasbih Fatimah Az Zahra: Panduan Lengkap & Hadits
Tasbih Fatimah (Dzikir Fatimah) adalah amalan dahsyat yang diajarkan Nabi. Pelajari cara bacaan, arti, dan manfaat tasbih ini, terutama sebelum tidur.
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin & Artinya
Bacaan doa sebelum tidur dan doa bangun tidur lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, beserta dalil, amalan sunnah sebelum tidur, dan keutamaannya.